Kasus Rohingya, merupakan salah satu kasus antar etnis di Negara Myanmar yang banyak menyedot perhatian publik, baik secara Internasional maupun di Negara Indonesia. Khususnya di Negara Indonesia sendiri banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang kebijakan pemerintah Myanmar dalam menghentikan konflik Rohingya tersebut. pasalnya kasus ini sudah berlangsung sejak akhir agustus lalu dimana pembantaian dan pengusiran paksa etnis rohingya oleh junta militer Myanmar masih terus berlangsung sampai sekarang. Keadaan tersebut tentunya mengakibatkan munculnya banyak pendapat-pendapat negative yang menganggap pemerintah Negara Myanmar tidak becus dalam menanggulangi masalah warga negaranya tersebut.

Memang banyak isu yang mengatakan bahwa secara hukum di Myanmar, etnis Rohingya bukanlah salah satu warga negaranya, namun tentunya tindakan brutal yang dilakukan oleh tentara militer Myanmar tersebut perlu segera dihentikan. Terutama karena sudah banyak menimbulkan banyak korban jiwa dan telah menghancurkan banyak sekali fasilitas umum, rumah serta tempat peribadatan.

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Indonesia

Bukan hanya umat Islam yang ada di Indonesia, bahkan banyak sekali tanggapan-tanggapan serta protes yang dilakukan oleh umat beragama lain seperti nasrani dan agama budda yang memang digelar atas dasar kepedulian umat beragama lain tersebut tentang peri kemanusiaan dan hak asasi yang telah dirampas dengan paksa.

Para mahasiswa menuntut pemerintah Myanmar agar segera menghentikan pembantaian dan pengusiran etnis yang memeluk agama Islam tersebut karena telah menentang aspek kemanusiaan dan merupakan perbuatan yang sangat biadap. Itulah sebabnya banyak mahasiswa bandar togel sgp yang kemudian melakukan demo di berbagai tempat di Indonesia untuk segera menindak lanjuti kasus tersebut.

Aksi demo tersebut dilakukan oleh mahasiswa dan beberapa aktivis ormas khususnya di depan kantor Kedubes Myanmar yang ada di Jalan H Agus Salim, Gondangdia, Jakarta Pusat pada hari Selasa tanggal 5 September 2017. Mereka beramai-ramai dan bersatu untuk menyerukan aksi dalam rangka bela muslim Rohingya yang sampai sekarang belum terseleseikan kasusnya. Aksi tersebut banyak mendapat dukungan public terkait tentang ketegasan pemerintah Myanmar untuk segera menuntaskan masalah etnis beragama Islam tersebut.

Dalam aksi demo tersebut terdapat banyak mahasiswa yang membawa banyak sekali atribut seperti bendera, poster, dan ikat kepala. Bahkan ada seseorang dari mereka yang bertugas sebagai orator dan berteriak-teriak menggunakan pengeras suara sambil menaiki mobil bak. Sebagai wakil dari mahasiswa lain, dia berteriak dan berseru menyerukan pendapat-pendapat mereka dan meyuarakan protes terhadap pemerintahan Myanmar yang dianggap kurang tegas dalam menanggapi masalah etnis Rohingya serta dalam upaya menghentikan penderitaan yang dialami warga etnis tersebut.

Aksi Doa Bersama Mahasiswa Indonesia

Meskipun tidak banyak yang bisa mereka lakukan dalam upaya membantu sodara-sodara kita yang sedang menderita di Myanmar, tapi para mahasiswa yakin bahwa pemerintah Indonesia bisa segera mengambil tindakan seperti melakukan diskusi dengan pihak pemerintah Myanmar agar segera menghentikan genosida etnis Rohingya. Kemudian para mahasisiwa yang umumnya beragama Islam tersebut juga bukan hanya berteriak-teriak mendemo dan unjuk rasa. Tetapi mereka juga menggelar doa serta sholat sunah bersama di depan gedung Kedubes Myanmar tersebut seraya berdoa kepada tuhan agar penderitaan etnis Rohingya selaku sodara seiman mereka segera dihentikan. Karena aksi pengusiran dan pembantaian tersebut sudah banyak membunuh korban jiwa, mulai dari orang tua, orang dewasa, remaja, maupun anak-anak. Bahkan mereka tidak segan-segan memperkosa para kaum wanita etnis Rohingnya sebelum akhirnya membunuh mereka dengan kejam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *