Real Madrid mengejar gelar Liga Champions berturut-turut untuk yang ketiga kalinya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Paris St-Germain memecahkan rekor terbaru dan Barcelona terlihat semakin terpojok. Inilah yang membuat penasaran, siapa yang akan menjuarai Liga Champions musim ini? Apakah Real Madrid, PSG atau Barcelona? Simak ulasan berikut ini.

Mampukah Real Madrid Menyabet Gelar Ketiga Kalinya Berturut-Turut?

Setelah menjadi klub pertama yang meraih trofi di tahun-tahun terakhir secara  berturut-turut Liga Champions (pasca 1992), Real Madrid telah mencatat sebuah sejarah baru. Pertanyaan sebenarnya adalah apakah mereka mampu mengulang kemenangan gemilang tersebut musim ini untuk mengukuhkan hegemoni mereka dan melanjutkan pencapaian pendahulu mereka yang memenangkan lima edisi pertama Piala Eropa setelah didirikan pada tahun 1956.

Ada sebuah tanda positif ke arah itu. Saat ini, jarang ada tim yang masuk ke Liga Champions dab difavoritkan karena begitu sangat kuat kuat. Ini bukan hanya sifat superlatif dari penampilan babak kedua El Real yang menyingkirkan Juventus di final bulan Juni di Cardiff tetapi juga karena penampilan amazing mereka di beberapa pertandingan terakhirnya.

Dan untuk pertama kalinya, ada harapan di masa depan yang begitu terlihat sangat cerah. Klub ini sangat cerdik dalam memetik bakat muda seperti Marco Asensio, Dani Ceballos dan sejumlah pemain lainnya. Mereka juga memiliki pelatih superjenius yakni Zinedine Zidane yang memiliki keberanian untuk lebih memilih prestasi togel online daripada sebuah status para pemain.

Keberhasilan masa jabatan Zidane sejauh ini dapat diukur tidak hanya dari piala yang telah dimenangkannya saja tetapi juga dari sebuah kenyataan tentang gaya permainan dan semakin kuat para pemain andalam mereka. Apalagi dengan adanya Cristiano Ronaldo, Toni Kroos, Luka Modric dan Sergio Ramos yang terikat kontrak panjang dan Isco, Asensio serta lainnya yang mulai mengikuti. Masa depan mereka terlihat cerah.

Bagaimana dengan PSG?

Penandatanganan Neymar mengguncang dunia sepakbola, dan rasanya seperti titik balik bagi raksasa Prancis itu. Untuk semua pencapaian mereka, sejak Qatar Sports Investments (QSI) mengambil alih klub pada tahun 2011, mereka belum pernah bisa merekrut pemain bintang kelas elit di masa jayanya – sampai sekarang. Neymar yang baru direkrut akan terus menjadi bagian front ketiga yang paling gemilang di Eropa. Hanya saja kali ini akan benar-benar baru, terdiri dari pemain Brasil, Mbappe dan Edinson Cavani.

Ada sedikit keraguan dari trio ini untuk bisa mencapai ‘klik’. Beberapa telah menyuarakan kekhawatiran bahwa Cavani akan terpinggirkan, karena dipaksa ke samping saat Zlatan Ibrahimovic berada di klub tersebut, namun Neymar dan Mbappe lebih memilih menyerang. Sebenarnya, Mbappe mengatakan pada awal tahun ini bahwa bermain di sekitar pemain nomor sembilan Radamel Falcao memberinya kebebasan yang dia butuhkan. Cavani akan melakukan hal yang sama.

Apakah Barcelona Masih Realistis Menjadi Pesaing?

Memang telah membuat dunia syok saat pemain asal Brasil, Neymar, memutuskan untuk hijrah dari Spanyol ke Prancis bersama PSG. Klub Catalan juga terlihat memiliki masalah karena masih ada ruang yang ditinggalkan Neymar masih kosong. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi sang pelatih untuk segera memperkuat ruang yang belum terisi dengan baik.

Neymar seharusnya tetap diikat kotrak tapi faktanya tidak dan dia telah kehilangan kepercayaan dari pihak manajemen. Lionel Messi juga masih belum menandatangani perpanjangan kontrak yang habis pada musim panas nanti. Belum lagi sang presiden yang mendapat tekanan dari bawah, Josep Bartomeu mengklaim Andres Iniesta akan menandatangani kontrak baru, gelandang legendaris tersebut secara terbuka menolaknya. Jadi, mampukah Barcelona tetap bersaing?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *