Entah darimana asal mula bisa terjadinya konflik kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, namun konflik tersebut kian meluas hingga ke tingkat PBB, tapi tak banyak yang bisa dilakukan oleh berbagai pihak bahkan warga Rohingya terancam punah akibat serangan tak henti-hentinya dilakukan oleh tentara Myanmar. Krisis kemanusiaan Rohingya dikecam oleh berbagai pihak namun pemerintah Myanmar tak menghentikan serangannya kepada warga Rohingya.

 

Faktor timbulnya konflik Rohingya

Banyak yang mengaitkan jika konflik kemanusiaan di Myanmar disebabkan karena etnis, namun hal tersebut tak disetujui oleh berbagai pihak karena banyak pihak yang menyebutkan jika faktor terjadinya konflik diduga terjadi karena beberapa faktor.

 

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan masalah yang saat ini terjadi kepada Rohingya bukan hanya sekedar permasalahan agama, oleh karena itu, JK meminta kepada masyarakat Indonesia agar jangan membenturkan Buddha dan Islam dalam kasus Rohingya. JK menyebutkan, setidaknya ada empat faktor yang mengakibatkan terjadinya konflik kemanusian tersebut. yaitu permasalah sejarah, politik, ekonomi dan agama.

 

JK juga berharap konflik yang terjadi di Myanmar jangan sampai terjadi di Indonesia karena sebenarnya Islam tak ada masalah dengan Buddha, sehingga JK menyarankan agar agama lain dengan masyarakat Buddha membuat pernyataan bahwa tak menyetujui jika konflik kemanusiaan Rohingya  Rakhine yang terjadi di Myanmar bukan karena masalah agama dan JK juga mengajak agar kejadian tersebut tak akan terjadi lagi.

 

BPPLN (Ketua bidang pembinaan dan pembangunna luar negeri) Sukamta mengkhawatirkan jika masalah yang terjadi di Rakhine dapat merembet ke sentiment kebencian antar agama di Indonesia, sehingga dirinya meminta para tokoh agama serta para ulama memberikan penjelasan dengan jelas bahwa agama apapun tak mengajarkan kekerasan pada warga sipil yang tak bersenjata terlebih kepada anak-anak dan perempuan.

 

Yang terjadi di Rohingya  tak bisa dianggap hanya masalah faktor agama, yang salah bukanlah agamanya, semua agama pasti memberikan pengajaran kebaikan, maka tak boleh membenci sebuah agama yang berbeda, justru yang dibenci ialah perilaku brutal tak manusiawi yang dilarang dalam agama. Tutup Sukamta.

 

Dengan begitu banyak faktor yang diduga menyebabkan terjadinya konflik kemanusiaan di Rakhine Rohingya di Myanmar, sehingga masyarakat jangan pernah mengaitkannya dengan masalah agama yang bisa menimbulkan konflik baru antar agama khususnya Buddha dan Islam.

 

Asal mula konflik Rakhine warga Rohingya

Kekerasan terhadap etnis Rohingya meletus di Myanmar yang banyak ditempati oleh warga muslim, kekerasan terhadap Rohingya mulai timbul sejak oktober 2016 saat milisi Rohingya menyerang dengan skala lebih kecil, pengungsi menuduh pihak aparat keamanan di Myanmar berserta militan radikal Budha membakar beberapa desa mereka. Pemerintah Myanmar menyangkal, aparat keamanan sekedar memberi balasan atas serangan yang dilakukan milisi Rohingya kepada lebih 20 pos keamanan posisi.

 

PBB telah menyebutkan jika serangan balasan militer kepada Rohingya merupakan kejahatan kemanusiaan, namun militer menyampaikan mereka akan sebisa mungkin menahan diri tetapi juga memiliki hak membela diri. Secara sejarah, mayoritas Rakhine tak menyukai hadirnya Rohingya yang dipandang pemeluk islam dinegara dewa poker lain sehingga terjadinya kebencian yang meluas terhadap Rohingya. Bahkan banyak Rohingya yang dipaksa keluar.

 

Rakhine merasa ekomininya telah dieksploitasi, budanya terdiskriminasi dan terpinggirkan yang didominasi etnis Burma. Dalam kondisi tersebut, Rohingya dianggap pesaing oleh Rakhine dalam memperebutkan sumber daya, hal inilah yang menyebabkan timbulnya ketegangan hingga terjadinya konflik dua etnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *