DPR RI akhirnya mengagendakan pengumuman nama calon pengganti Wahyu Setiawan, komisioner KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam rapat paripurna yang mana digelar hari ini, Kamis (27/2). Langkah ini pasalnya ditempuh untuk segera mengisi kekosongan satu kursi Komisioner KPU usai Wahyu ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena ia diduga menerima suap terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI Periode 2019-2024.

DPR Umumkan Pengganti Wahyu Setiawan

“Salah satu agendanya adalah Laporan Komisi II DPR soal pergantian calon anggota KPU, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan keputusan,” ungkap Ketua DPR, Puan Maharani dalam keterangannya hari ini, Kamis (27/2).

“Dengan demikian, komisioner KPU yang mengundurkan diri karena kasus hukum segera ada penggantinya, agar jumlah anggota KPU lengkap, sehingga mereka siap menghadapi tahapan-tahapan pilkada serentak,” ungkapnya lagi.

Akan tetapi, Pua tak menyampaikan siapa kah sosok calon komisioner KPU yang akan menjadi pengganti Wahyu itu. Ia pun mengaku akan berpidato untuk menutup masa persidangan II tahun 2019-2020, sebelum Anggota DPR masuk ke masa reses togel sdy persidangan pada tanggal 28 Februari.

Menurut dirinya, Rapat Paripurna DPR ini juga akan melantik anggota DPR yang didapatkan dari hasil pergantian antar-waktu atau PAW untuk sisa masa jabatan 2019-2024. Ia mengatakan mereka yang dilantik merupakan pengganti Kemenkumham Yasonna Laoly, kemudian Menkominfo Johnu G Plate dan Mensos Juliary Batubara.

“ada tiga orang yang akan dilantik. Mereka adalah pengganti anggota DPR yang diangkat jadi menteri cabinet,” imbuhnya.

KPK Selidiki Suap PAW yang Mengalir ke Kerabat Wahyu

Sementara itu, KPK mengendus bahwa uang hasil kasus dugaan suap penggantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 fraksi PDIP ini mengalir ke rekening salah satu anggota mantan KPU, Wahyu Setiawan. “Penyidik mendalami bahwa ada keterangan saksi (Ika) tentang adanya dugaan aliran uang yang mausk ke rekening bank milik saksi (Ika) atas perintah tersangka Wahyu Setiawan,” ungkap Ali Fikri, Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, pada wartawan saat ditanyai soal kasus Wahyu beberapa waktu lalu dilansir dari CNN Indonesia.

KPK terus menerus berusaha menelisik uang yang mana diterima oleh Wahyu yang terkait dengan perkara yang juga menjerat eks calon legislative PDI Perjuangan, Harun Masiku. Salah satu di antara upaya yang telah dilakukan adalah dengan memintai keterangan dari Sektretaris KPU Provinsi Papua Barat, RM Thamrin Payapo.

Lembaga antisurah tersebut memandang Thamrin mengetahui soal uang yang jumlahnya mencapai Rp. 600 juta yang mana masuk ke rekening Wahyu. Pemeriksaan padanya juga dilakukan untuk mengetahui dugaan penerimaan lainnya yang diterima oleh Wahyu.

Dalam perkara ini, KPK sudah menetapkan 4 orang tersangka yairu Wahyu Setiawan, Harun Masiku, Saeful (swastas) dan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina.

Namun sayangnya, Harun Masiku masih menjadi buron. Bahkan beberapa pihak menanyakan Harun Masiku ini hilang atau dihilangkan. Sudah lebih dari 45 hari setelah kasus ini mencuat, Harun Masiku masih belum diketahui keberadaannya, bak ditelan bumi. Harun yang mana adalah mantan calin anggota legislative PDIP dapil Sumatera Selatan ini ditetapkan sebagai tersangka setelah terjadi OTT (Operasi Tangkap Tangan) tanggal 8 Januari 2020 lalu.

Harund diduga memberikan suap ke Wahyu supaya bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Keimas yang mana lolos ke DPR, namun sayangnya meninggal dunia sebelum sempat diangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *