KPU Gelar Rapat Pleno untuk Bahas Daftar Pemilih Tetap

Untuk melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) dibutuhkan adanya daftar pemilih yang mempunyai hak suara untuk menentukan pilihan.Permasalahan mengenai daftar pemilih menjadi hal yang penting untuk dibicarakan menjelang diadakannya Pemilu pada tanggal 17 April 2019 mendatang.Sejumlah permasalahan mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih membayangi pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) meskipun pelaksanaan Pemilu hanya tinggal menghitung hari saja. Hal ini membuat KPU akan menggelar Rapat Pleno Terbuka untuk membahas permasalahan tersebut pada Senin (8/4) pukul 13.00 WIB.

Dihadiri Oleh Stakeholder Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum akan mengadakan Rapat Pleno Terbuka untuk membahas mengenai Rekapitulasi Daftar Pemilih Paska Putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Rapat tersebut akan diadakan pada tanggal 08 April 2019 pada pukul 13.00 WIB. Dalam rapat tersebut, akan dibahas mengenai permasalahan yang terkait dengan DPT yang masih membayangi Pemilu tahun 2019 yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019.

Untuk membahas permasalahan ini, KPU juga mengundang berbagai kalangan pemerintahan untuk dapat memberikan pertimbangan terkait dengan putusan yang akan dihasilkan. Kalangan pemerintahan yang diundang meliputi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPU).

Selain itu, KPU juga turut mengundang aparat keamanan yang akan bertugas sebagai pengawal keamanan dalam Pemilu, yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republilk Indonesia (Polri) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). KPU juga mengundang Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sosial, Tim Kemenangan (TKN) dan Badan Pemenangan Nasional.

Kemudian untuk mempertimbangkan hal yang akan diputuskan secara lebih lanjut, KPU juga mengundang seluruh partai politik peserta Pemilu 2019. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya KPU untuk mendapatkan putusan yang terbaik dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 ini.Selain itu, pengundangan seluruh partai politik peserta Pemilu juga dilakukan agar para peserta tersebut mengetahui hasil putusan dengan pertimbangannya secara lebih jelas.

Diperkirakan Akan Membahas Verifikasi Daftar Pemilih Tetap

Pembahasan yang akan dilakukan yaitu mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan menggunakan hak suaranya. Salah satu permasalahan yang terdapat yaitu mengenai adanya klaim dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga terkait dengan DPT. Menurut BPN tersebut terdapat 17,5 juta DPT yang bermasalah. Klaim dari pihak Prabowo-Sandiaga mempunyai kemungkinan akan turut dibahas dalam Rapat Pleno Terbuka kali ini.

Selain itu, dari pihak KPU sendiri pada bulan November 2018 telah menetapkan jumlah DPT yaitu 192,83 juta jiwa. Jumlah DPT tersebut terdiri dari pemilih yang berada di kawasan Indonesia dan pemilih yang berada di luar negeri. Dari yang diungkapkan oleh KPU, terdapat 190,7 juta jiwa pemilih yang berada di Indonesia dan 2,05 juta jiwa yang berada di luar negeri.

Hal lain yang menjadi kemungkinan bahasan dalam rapat ini yaitu mengenai pernyataan KPU bahwa terdapat 6,2 juta dari 31 juta data pemilik e-KTP yang belum terdaftar sebagai DPT Pemilu 2019. Pemilik e-KTP yang belum terdaftar sebagai DPT tersebut diungkapkan oleh KPU pada bulan Desember 2018 dengan menyatakan bahwa jumlah tersebut belum terdapat dalam DPT yang telah terverifikasi KPU.

Adanya Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)

Permasalahan lain yang menjadi perhatian dalam rapat pleno ini yaitu mengenai persoalan pemilih bandar togel terbaik yang pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan masih adanya calon pemilih yang belum mempunyai e-KTP. Sebab permasalahan tersebut merupakan hal yang terkait dengan data daftar pemilih tambahan (DPTb).Sementara itu, hingga bulan Maret 2019 KPU telah mencatat sebanyak 796.401 DPTb jiwa yang telah terdaftar.

Read More

Anthony Scaramucci dicopot dari Jabatan Juru Bicara Gedung Putih

Kabar mengejutkan datang dari juru bicara Gedung Putih, Anthony Scaramucci. Ia baru saja dilantik menjadi juru bicara Gedung Putih pada tanggal 22 Juli lalu, namun sayang sekali, jabatan yang baru disandangnya selama 10 hari itu harus ia tinggalkan karena pasalnya ia diberhentikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan ini disebut-sebut datang dari kepala staf Gedung Putih, John Kelly.

Scaramucci dipecat atas Perintah John Kelly

Dilansir dari New York Times, 3 orang yang berada dalam lingkaran dalam Gedung Putih menyebutkan keputusan pencopotan Scaramucci ini datang setelah sang ekonom itu mengeluarkan omelan kasarnya pada rekan-rekannya. Sasaran kemarahan dan omelan dari Scaramucci tidak lain tidak bukan adalah mantan kepala staf Kepresidenan Reince Priebus yang mana sudah mundur dari posisi itu minggu lalu. tidak hanya itu, sasaran damprat Scaramucci yang lainnya adalah kepala strategi dan juga penasihat presiden, Steve Bannon.

Keputusan atas pemecatan Scaramucci ini datang dari kepala staf Kepresidenan yang baru-baru ini dilantik, John Kelly. Kelly sendiri yang merupakan pensiunan Jenderal itu dilantik pada tanggal 31 Juli 2017 kemarin, baru satu hari, waktu Washington DC. Meskipun baru saja masuk, Kelly mengaku bahwa dirinya bertanggungjawab atas keputusan Trump yang mencopot Sacramucci dalam pertemuan yang berlangsung pada hari pelantikannya.

Di sisi lainnya, Gedung Putih menyebut bahwa kepergian Scaramucci memberikan kesempatan bagi Kelly untuk membangun struktur yang sesuai dengan keinginan sang mantan Jenderal itu. gedung Putih, dilansir dari AFP, memberikan pernyataan resmi, “Tuan Scaramucci merasa akan sangat lebih baik memberikan kepala staf Kepresidenan, John Kelly, sebuah peluang dan juga kesempatan sebesar-besarnya untuk membangun timnya sendiri. kami berharap yang terbaik bagi Tuan Scaramucci.”

Scaramucci sendiri bisa masuk ke Gedung Putih dalam merangka menggantikan Sean Spicer sebagai juru bicara presiden yang mundur dari posisinya pada hari Jumat (21/7). Setelah Spicer mundur, Trump langsung menawarkan posisi tersebut kepada Scaramucci. Dilansir dari CNN Indonesia, masuknya Scaramucci ke Gedung Putih, dispekulasi menjadi satu bukti bahwasanya Trump ingin dirinya dikelilingi oleh orang-orang yang setia pada dirinya.

Scaramucci dikenal oleh publik sebagai orang yang dekat dengan Trump dan menjadi penasihat dekatnya. Bahkanm ia juga berteman dekat dengan Trump dan keluarganya. Namun di sisi lain, Kelly yang juga baru dilantik selama 24 jam menjadi andalan bagi Trump guna membenahi Gedung Putih yang saat ini sedang kacau.

Di dalam pelantikannya, Trump memuji sosok Kelly yang mana digadang-gadang bakal membawa kedisiplinan dan juga ketertiban di Gedung Putih. Ia bahkan menyebutkan bahwa Kelly bakal melakukan banyak pekerjaan DEWA POKER yang spektakuler.

Amerika Tertawa

Kabar pemecatan Scaramucci yang mana diperintah oleh Kelly ini malahan disambut gembira oleh rakyat Amerika Serikat. Dilaporkan bahwa negara tersebut tertawa saat mendengar kabar itu. tak hanya para anggota senat yang tertawa, netizen juga ikut berbahagia dengan hengkangnya Scaramucci dari Washington. Sementara itu, anggita Partai Republik, Carlos Curbelo memberikan selamat pada Kelly atas langkah pertamanya yang dianggapnya tepat. Namun di sisi lainnya, ada juga yang membela Scaramucci seperti salah satunya editor dari Daily Beast, Sam Stein. Ia menuliskan dalam sebuah cuitan, “Ini adalah cerita yang sedih, bukan untuk ditertawakan.” Dari sini, memang ada beberapa pihak yang menyayangkan dipecatnya Scaramucci dari Gedung Putih namun banyak juga pihak yang menyambut gembira kabar ini.

Read More