Kejutan Dari Tim Satelit

Tak disangka gelaran MotoGP 2017 ternyata penuh kejutan. Tempat di podium faktanya tak hanya merupakan jatah para pembalap top saja tetapi juga bagi tim satelit. Tercatat sepanjang 9 balapan MotoGP 2017 yang telah diselenggarakan ini tim satelit memang sering membuat jajaran pembalap papan atas kalang kabut.

 

Dua pebalap Monster Yamaha Tech  3, Jonas Folger dan Johann Zarco juga sering menampilkan berbagai kejutan. Saat balapan di Prancis Zarco berhasil naik podium, sementara Folger sukses menempati posisi runner up pada gelaran MotoGP Jerman.

 

Berikutnya adalah pembalap tim satelit Ducati, juga tak mau ketinggalan untuk menampilkan prestasinya, Danilo Petruci unjuk gigi dengan finish pada posisi ketiga pada gelaran MotoGP Italia. Begitu pula saat event MotoGP di Belanda, ia berhasil naik podium kedua.

 

Marc Marques, ranking satu klasemen MotoGP menyebutkan bahwa ECU atau Electronic Control Unit yang membuat para pebalap tim satelit menjadi masalah tersendiri bagi para pebalap senior kelas atas seperti Andrea Doviozo, Maverick Vinales, termasuk dirinya, hingga sang legenda Valentino Rossi.

 

Masih menurut Marquez, ECU tunggal membuat perbedaan antara tim satelit serta tim pabrikan menjadi sempit. Penampilan motor tim satelit juga dapat disesuaikan dengan motor pabrikan. Inilah yang menyebabkan Zarco, termasuk rider satelit togel singapura lainnya sanggup menampilkan performa yang sama dengan tim pabrikan MotoGP musim ini karena tunggangan mereka yang mempunyai kecepatan  serupa. Demikian sebagaimana yang dikutip  dari Sport Rider.

 

Masalah dengan ban

Walaupun demikian, Marquez mengungkapkan bahwa yang menjadi pembeda antara tim satelit  dengan tim pabrikan adalah ban Michelin. Ban produksi Michelin sulit dipredikis saat digeber di sirkuit balapan.

 

Mereka semua mempunyai masalah yang sama yaitu ban, kata pembalap berusia 24 tahun tersebut, saat balapan ban selalu mempunyai batasan, dan ban jugalah yang bisa menjadi penyebab para rider terjatuh. Kondisi demikian banyak terjadi pada MotoGP 2017.

 

Marquez juga sempat merasakan gagal finish karena terjatuh pada gelaran MotoGP Prancis dan Argentina karena masalah ban. Ia juga mengatakan bahwa merk tersebut tak membuat produk yang salah, Michelin telah memberikan yang terbaik sesuai dengan pengamatan tahun lalu. Tetapi para rider-lah yang justru kesulitan untuk memahami apa yang terjadi pada ban di saat balapan.

 

Bagi Marquez sendiri, produk ini seringkali tak stabil, tetapi lambat laun dibandingkan para pembalap yang lain ia bisa lebih konsisten. Ini karena ia dan para rider lainnya telah melihat berbagai kondisi di atas sirkuit.

 

Rossi VS Marquez

Terlepas dari kesuksesan tim satelit pada MotoGP 2017 ini, ada kabar yang cukup mengejutkan dari Valentino Rossi. The Doctor yang sempat terlibat perang dingin dengan Marc Marquez pada penghujung MotoGP 2015 ini akhirnya mengakui kehebatan Marquez dan memberikan pujian secara terbuka kepada rider Repsol Honda Team tersebut.

 

Setelah 9 balapan dan sukses memuncaki klasemen MotoGP, sudah129 poin yang dikumpulkan oleh rider berkebangsaan Spanyol tersebut. Ini artinya ia telah mengungguli Maverick  Vinales sebanyak 5 poin, yang merupakan rekan setim Rossi.

 

Setelah kemenangan pada sirkuit Sachsenring, Jerman, awal bulan ini, Marques berhasil memuncaki MotoG walaupun penampilannya sempat diragukan setelah terjatuh di Prancis dan Argentina.

 

Dikutip dari Motor Sport, Rossi memuji kemampuan Marquez dalam meminimalisir kesalahan serta menciptakan solusi pada sepanjang musim ini. Ia juga mengatakan bahwa tak dapat diprediksi bahwa ia selalu akan menang pada setiap balapan.

 

Read More