Keanekaragaman Hayati RI Berlimpah, Tak Dikelola Dengan Baik

Berbicara tentang keanekaragaman hayati Indonesia, memang sangat beragam dan sangat kaya sekali. Tentu ini membanggakan. Namun, ketika berbicara tentang pengelolaan dan perawatan hingga pelestariannya, banyak yang turut sedih. Sudah cukup banyak berbagai hayati Indonesia yang sudah punah dan sebagian dalam posisi yang memprihatinkan. Kini, sudah waktunya Indonesia menyadari dan melestarikan keanekaragaman hayatinya untuk bekal warisan kekayaan di masa depan.

Kekayaan Hayati yang Mendorong Peradaban

Berkat posisi geografis Indonesia, yang berada di sepanjang garis ekuator, negara ini memiliki iklim tropis yang relatif konstan. Terletak di sepanjang Ring of Fire, nusantara adalah rumah bagi 28 persen dari 452 gunung berapi di dunia, yang telah memberi kontribusi pada kesuburan tanah dan keanekaragaman hayati tanaman yang juga tumbuh dengan sangat subur di negara ini.

Perwakilan Yayasan Kebun Botani Indonesia, Didiek Setiabudi Hargono mengatakan tanah negara itu tumbuh 400 spesies buah, 370 jenis tumbuhan, 70 jenis umbi serta lebih dari 55 jenis rempah-rempah. “Namun jumlahnya belum menunjukkan angka pastinya keanekaragaman hayati tanaman kita. Banyak daerah, termasuk Papua, belum banyak diteliti oleh para peneliti. Mungkin kalau kita melakukan penelitian lebih lanjut, kita bisa menemukan spesies tanaman baru, “kata Didiek.

Keanekaragaman hayati tanaman Indonesia benar-benar mendorong sejarah perdagangan rempah-rempah yang legendaris, menarik para pedagang dan perantara di Asia, Timur Tengah dan Eropa. Perdagangan rempah-rempah mencapai puncaknya ketika pedagang Eropa tiba di Indonesia sekitar abad ke-15 dan ke-16. Tentu, ini tidak lepas karena peran kesuburan tanah di Indonesia.

Karena nilai sosioekonomi rempah-rempah yang sangat menggiurkan pada masa itu, pedagang Eropa sangat agresif, ambisius, dan kadang-kadang, delusional dalam ekspedisi mereka. Jack Turner menulis dalam bukunya Spice: The History of a Temptation (2004) bahwa “demi rempah-rempah, kekayaan dibuat dan hilang, kerajaan dibangun dan dihancurkan dan bahkan ada dunia baru.”

Kemunduran yang Menyedihkan

Dari zaman kolonial dan seterusnya, keanekaragaman hayati kita berubah karena kelimpahannya membuat orang Indonesia berpuas diri. Alih-alih menerapkan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan, kita mengeksploitasi tanaman secara berlebihan. Akibatnya, keanekaragaman hayati kita kini mengalami kemunduran. Kemunduran ini memang menyedihkan karena berimbas pada hal lain.

Faktor ini, ditambah dengan ketidakmampuan kita untuk memproduksi rempah-rempah bernilai tambah dengan kemasan dan branding yang tepat, ironisnya juga membuat Indonesia tertinggal dari Singapura, yang tidak memiliki sumber daya alam togel hongkong namun unggul dalam memproduksi produk bernilai tambah untuk ekspor rempah-rempah. Lebih menyedihkannya lagi, Indonesia masih mengimpor rempah-rempah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Kami membutuhkan orang-orang yang tidak hanya ahli dalam menjelaskan teori atau peristiwa sejarah, namun praktisi yang dapat membantu kami merancang strategi untuk memaksimalkan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan,” kata Didiek. Upaya semacam itu diperlukan, karena mengetahui bahwa negara ini memiliki potensi tak terbatas mengenai vegetasi dan rempah-rempahnya.

Profesor Rusmin Tumanggor, antropologi medis dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, mengatakan keanekaragaman hayati tanaman serbaguna kita dapat digunakan tidak hanya sebagai bahan makanan, tapi juga sebagai ramuan penyembuhan atau obat-obatan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kekayaan ini dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk meningkatkan sosioekonomi termasuk budaya Indonesia.

Entah, kapan waktunya Indonesia ini kemudian menyadari akan pentingnya kekayaan dan pengelolaan serta pemeliharaan termasuk pelestarian kekayaan hayati ini. Padahal, jika dikelola dengan sangat baik, sektor ini bisa menjadi salah satu yang paling menjanjikan dan mendorong kekuatan ekonomi, sosial, budaya hingga menjadi sumber dari berbagai kebutuhan hayati dunia. Semoga.

Read More

Pedagang Batik di Pasar Setono Pekalongan Resah

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah seharusnya selalu dijaga dan dilestarikan. Sebagai salah satu kekayaan budaya lokal, batik menjadi cirri khas tersendiri bagi Negara Indonesia di kancah luar negeri. Bahkan tidak jarang warga Negara asing yang kenal batik hingga kemudian menyukainya. Jadi kita sebagai warga Negara Indonesia yang memiliki kekayaan budaya tersebut harusnya terus menjaga kelestariannya. Ada beberapa tempat penghasil batik yang terkenal di Indonesia dan sampai saat ini masih terus memproduksinya yaitu contohnya seperti daerah Pekalongan Jawa Tengah, Yogyakarta, Solo dan masih banyak lagi yang lainnya. Setiap tempat tentunya memiliki kekhasan dan cirri khas batik masing-masing yang kemudian menjadikan batik Indonesia penuh dengan keberagaman dan pesona yang unik, mulai dari warna, corak, bentuk, dan sebagainya.

Turunnya Omset Penjualan Batik di Pasar Setono, Pekalongan, Jawa Tengah

Sudah menjadi sebuah rahasian umum bahwa daerah Pekalongan di Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penghasil batik terbesar di Indonesia. Di daerah tersebut juga sudah banyak pedagang yang menjual batik di pasar, toko-toko, mall dan tempat-tempat wisata.  Namun ternyata saat ini aktifitas perdagangan batik di Pasar Grosir Batik Setono, Kota Pekalongan, Jawa Tengah semakin hari semakin sepi pengunjung. Banyak penjual yang merasa dagangan mereka kurang laris atau kurang selama sebulan terakhir ini.

Akibat dari keadaan penjualan yang sepi tersebut banyak pedagang yang merugi karena dagangan mereka sepi pembeli tapi mereka tetap harus membayar gaji karyawan mereka setiap bulannya. Dilansir dari sebuah sumber terpercaya, menurut pengakuan seorang pedagang di Pasar Grosir Setono bernama Muamaroh pada hari rabu tanggal 27 September 2017 kemarin, dalam keadaan sepi ataupun ramai mereka tetap harus membayar gaji pegawai mereka tiap bulannya sebesar 7 ratus ribu rupiah. sedangkan keadaan pasar yang saat ini sedang sepi mengakibatkan penjualan batik hampir bisa dikatakan tidak ada yang terjual sama sekali.

Alasan Penyebab Sepinya Omset Penjualan batik

Muamaroh mengatakan bahwa sepinya kondisi Pasar Grosir Batik Setono hingga mengakibatkan turunnya omset penjualan Chip poker online tersebut dipicu oleh faktor perekonomian masyarakat yang sedang turun. Selain itu dia juga menambahkan bahwa faktor lain yang menyebabkan sepinya omset penjualan batik mereka adalah karena hampir sebulan terakhir ini tidak ada tamu kunjungan dari pemerintah daerah seperti halnya waktu-waktu sebelumnya.

Meskipun keadaan pasar Batik Setono masih sepi, tapi para pedagang masih tetap menjual dagangan batik mereka secara normal katanya agar tidak terlalu merugi. Harga batik di pasar tersebut biasanya berkisar antara 20 ribu sampai ada juga yang mencapai harga jutaan rupiah. Semua itu tergantung dari motif dan bahan baku batik tersebut yang dijual. Tapi rata-rata harga baju batik biasa seperti daster per potongnya masih murah sekitar antara 20 sampai 30 ribu rupiah saja.

Pemilik sebuah toko batik itu juga mengatakan bahwa keadaan pasar yang terus sepi membuat para pedagang khawatir dan resah. Ditambah lagi adanya proyek pembangunan jalan tol batang-Pemalang yang dikatakan bisa lebih memperparah keadaaan Pasar Grosir batik tersebut. Oleh karena itu dia berkata mewakili para pedagang lain untuk mengatakan bahwa mereka berharap pemerintah daerah membangun akses jalan-jalan tol tersebut menuju pasar grosir batik Setono. Karena sebelumnya saat aktivitas pasar Grosir Batik Setono masih normal, omzet yang bisa didapat  oleh pemilik toko kain batik dengan kategori UMKM mampu mencapai 1 juta rupiah per harinya. Tetapi kini mereka mengaku hampir tidak ada transaksi lagi.

Read More

Krisis, Penduduk Venezuela Terobos Perbatasan ke Brazil

Krisis yang saat ini terjadi di Venezuela, membuat banyak warganya yang menerobos area perbatasannya Venezuela – Brazil guna mencari kehidupan yang lebih baik. Tidak sedikit yang saat ini berada di Brazil dan meminta suaka untuk sekedar melanjutkan hidup mereka. Ini adalah krisis yang memilukan. Tidak ada yang tahu krisis ini akan berakhir sampai kapan sehingga membuat banyak warga yang ingin dan memilih tinggal di Brazil daripada di Venezuela.

Penduduk Terobos Perbatasan Untuk Hidup

Di kota Pacaraima, Brasil, pemilik usaha kecil Venezuela William Camero mengosongkan ransel yang dihiasi warna kuning, biru dan merah (bendera Venezuela). Camero mengelola sebuah toko es krim di Ciudad Bolívar, 12 jam perjalanan dari Pacaraima. Dia melakukan perjalanan ke Pacaraima, di perbatasan selatan Venezuela, setiap tiga hari untuk mendapatkan persediaan yang dia butuhkan yang tidak ia dapatkan dari Venezuela.

Dengan inflasi yang melonjak lebih tinggi dan lebih tinggi lagi setiap harinya di Venezuela dan jarak perjalanannya yang lebih jauh berarti membuat dirinya harus membawa lebih banyak uang tunai, dan perampokan di jalan adalah hal yang biasa terjadi. Ia mengatakan seperti berikut;

“Di Venezuela, Anda tidak hidup, Anda bertahan. Semua orang tahu itu. Agar bisa hidup Anda harus pergi ke negara lain.” “Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan,’ sambungnya, mengacu pada langkanya barang pokok. Dia juga tidak sendiri karena ada banyak sekali penduduk Venezuela yang menerobos perbatasan ke Brazil untuk mencari pekerjaan apa saja untuk bisa hidup atau menghidupi keluarganya.

Tiga jam perjalanan ke selatan dari Pacaraima, di kota Boa Vista di Brasil, antrian mulai dibangun di luar kantor polisi federal dari pukul enam pagi. Orang-orang Venezuela yang baru tiba menunggu antre untuk mendapatkan pendaftaran togel online sehingga mereka bisa bekerja di Brazil. Menurut polisi federal Brasil, pada paruh pertama tahun ini, 6.438 orang Venezuela meminta suaka di negara bagian Roraima. Pada 2016 secara keseluruhan, jumlahnya adalah 2.312, padahal pada tahun 2015 hanya 280 orang.

Brazil Di Bawah Tekanan

Otoritas negara Brasil berada di bawah tekanan saat ini. Pada bulan Desember tahun lalu, mereka menyediakan gimnasium untuk menampung orang-orang Venezuela yang masuk ke negaranya. Hal ini dilakukan mengingat dengan barang-barang dalam kantong plastik, penduduk Venezuela dan seluruh keluarganya bertengger di atas beton berdiri di sepanjang dinding. Di malam hari, lebih dari 300 orang tidur di lantai.

Sebagai contoh, Óscar Rodríguez berasal dari komunitas pribumi Warao Venezuela. Dengan keempat anaknya dan istrinya, dia tidur di bawah selembar terpal hitam di halaman rumah penampungan. Dia juga ingin mencari pekerjaan di Boa Vista, tapi di kota berpenduduk 300.000 orang ini, dan dengan sedikit orang Venezuela yang berbicara bahasa Portugis, peluangnya untuk bisa mendapatkan pekerjaan sangat sulit didapat.

“Kita tidak bisa melihat berakhirnya krisis ini di Venezuela dalam waktu dekat,” kata Doriedson Ribeiro dari Roraima Civil Defence. Ia melanjutkan: “Kami takut semakin banyak orang akan terus datang dan akan sampai pada titik dimana kami tidak dapat lagi membantu.”

Jumlah orang Venezuela yang tiba tidak menunjukkan tanda-tanda pelonggaran atau menurun bahkan yang terjadi sebaliknya. Dan sementara bagi ratusan orang di tempat penampungan ini, masa depan mereka juga tidak jelas, mereka mengatakan bahwa hal itu masih lebih baik daripada yang mereka dapatkan di Venezuela karena krisis yang masih belum selesai.

Read More

Tanggapan Berbagai Pihak Atas Reaksi Amien Rais

Reaksi dari Amien Rais yang menuding KPK mengalami pembusukan sangat disesalkan oleh berbagai pihak, karena keluar dari ucaran Amien Rais yang selama ini dikenal sangat berpengaruh dalam dunia politik.

Tanggapan YAPPIKA atas reaksi Amien Rais

Manajer advokasi aliansi masyarakat sipil untuk demokrasi menyebutkan jika tudingan yang dilontarkan oleh Amien Rais kepada KPK justru sangat tidak mendasar bahkan menjurus kepada fitnah yang keji apabila dirinya tidak dapat menunjukkan bukti kepada rakyat. Menurutnya kepercayaan rakyat togel hongkong kepada Amien Rais telah berada di titik nadir pasca dirinya tidak konsisten terhadap janjinya agar jalan kaki mulai dari Jogyakarta menuju Jakarta serta banyak juga kontroversi lainnya yang dilakukan Amien Rais.

Apabila Amien Rais yakin bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus korupsi alat kesehatan maka Amien diminta menghadapi saja proses hukumnya apabila nantinya Amien terjerat kasus hukum. Bukan malah membuat sebuah manuver politik, yang tentunya justru membuat citra dirinya semakin kurang baik di mata rakyat.

Padahal menurutnya, apabila Amien Rais ingin introfeksi maka sesungguhnya dirinya harus memperbaiki intergritas dirinya sendiri dengan jauh lebih hati-hati serta lebih selektif untuk meneriam  sumber dana yang diberikan oleh pihak lain. Posisi dirinya sebagai seorang politisi yang sangat berpengaruh tentu begitu rawan sehingga saat dirinya menerapkan ketidak hati-hatian maka hal yang terjadi saat ini akan sangat mungkin  terjadi lagi.

Apalagi langkah DPR terus menggulirkan hak angket KPK semakin memperkuat adanya dugaan untuk upaya melemahkan KPK. Manuver politik DPR pada akhir-akhir ini semakin mengaburkan dari tujuan hak angket KPK tersebut. Tentu saja rakyat lebih percaya dengan kinerja KPK karena selalu terbukti dalam pengadilan bahkan hingga mampu menyeret beberapa aktor besar diparlemen.

Sehingga menurutnya tindakan Amien Rais yang ikut memperkuat Hak Angket KPK yang digulirkan oleh DPR semakin ingin menunjukkan bahwa dirinya ikut melemahkan KPK.

 

Tanggapan LIPI terhadap reaksi yang dilakukan Amien Rais

Indria Samego sebagai Pengamat politik dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Amien rais saat namanya terseret dalam kasus korupsi yang ditangani oleh KPK dan bahkan Amien mempertanyakan integritas dari KPK. Karena menurut Amien, dirinya melihat  KPK mengalami pembusukan, dan bahkan menurutnya tindakan KPK bukan hanya tebang pilih namun juga super diskriminatif, mendengar hal tersebut banyak pihak yang sangat menyayangkan ucapan-ucapan tersebut keluar dari Amien Rais.

Menurut Indria, susah kalau telah tersangkut nama pribadi, norma sosial dan norma hukum karena akan diaduk-aduk. Melihat kasus korupsi yang menyeret Amien Rais diduga menerima dana Rp. 600 juta maka Indria menilai bahwa KPK berfilsafah seperti memakan bubur panas. Yaitu mengusut kasus korupsi yang dimulai dari mudah pembuktiannya lebih dulu dan abaikan norma-norma basa-basi politik.

Untuk itu, Indria menitip pesan kepada Amien agar secara Ksatria menghadapi tudingan dari KPK tersebut. Bukan malah memberikan penguatan terhadap pembentukan pansus untuk hak angket KPK hanya untuk membuktikan citra dari KPK dipandang rakyat selama ini.

Indria menyebutkan bahwa jangan mentang-mentang Amien Rais punya pengikut lantas tidak terima jika dirinya disentuh, dirinya juga meminta agar Amien membiarkan hukum berproses sendiri tanpa adanya intervensi sosial politik. Karena rakyat berharap KPK bisa mengusut siapapun yang memang patut untuk diusut, tanpa harus pandang bulu apabila sejauh buktinya memang mendukung.

Read More

Harga Telur dan Ayam Terus Naik, Peternak Ayam Demo Keluhkan Harga Naik Turun

Pemerintah Indonesia diminta lebih waspada dalam menghadapi tren naik turunnya harga ayam dan juga telur menjelang Hari Raya Indul Fitri. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri mengatakan kepada media kemarin Selasa (30/05), “Harga ayam dan juga telur terus naik. Ayam saat ini sudah seharga Rp. 35.000 per ekor dan itu termasuk sudah tinggi. Rata-rata harganya Rp. 29.000 sampai Rp. 30.000 saja per ekornya. Sekarang sudah mencapai Rp. 35.000.”

Kenaikan Sejak Dua Pekan Menjelang Ramadhan

Menurut Abdullah Mansuri sendiri, kenaikan harga ayam memang sudah terjadi dari dua pekan sebelum menjelang bulan Ramadhan. Ia juga mengaku bahwa sudah menyampaikan hal ini ke Menteri Perdagangan untuk mewaspadai tren kenaikan harga seperti ini.

Sedangkan untuk pedagang ayam sendiri memang mengakui bahwa harga ayam sudah makin naik. Salah satunya adalah Hamdan, pedagang unggas togel hongkong yang berada di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Ia mengatakan bahwa harga daging ayam memang terus naik. “Per ekornya sudah mencapai Rp. 35.000, naik dibandingkan dengan harga sebelum bulan puasa,” ungkapnya kepada salah satu media berita pada hari Selasa (30/05) kemarin.

Mesk demikian, pemerintah menyatakan malahan belum akan melakukan intervensi terkait dengan harga telur dan ayam. Hal ini dikarenakan mengingat harga ayam dan juga telur beberapa waktu lalu yang sempat mengalami penurunan sehingga hal itu tak menguntungkan para peternak rakyat.

Sektretaris Jendral Kementrian Perdagangan, Karyanto Suprih, mengatakan, “Perlu diperhatikan harga di peternak yang cenderung malah turun selama bulan Januari sampai Maret.”

Saat ini harga rata-rata daging ayam di wilayah DKI Jakarta Rp. 33.988 untuk per ekornya dan untuk telur ayam bisa mencapai Rp. 22.209 per kilonya. Di tingkat nasional sendiri, harga daging ayam naik, dari yang tdainya sekitar Rp. 31.741 per kilogramnya menjadi Rp 31.908 per kilogramnya. Sedang untuk telur, kenaikannya tipis, dari Rp. 22.455 per kg nya menjadi Rp. 22. 545 per kg nya.

Peternak Berdemo di depan Istana Jakarta Keluhkan Harga Ayam dan Telur Naik Turun

Ribuan peternak hari Rabu (30/05) kemarin menggelar demo di Kawasan Monas dan juga di depan Istana Negara. Mereka mempunyai tuntutan kepada pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi anjloknya harga ayam hidup dan juga telur di tingkat peternak. Coordinator Sekretariat Bersama Aksi Penyelamatan Nasional atau PPRPN, Sugeng Wahyudi, menyatakan bahwa demo ini terpaksa dilakukan karena fluktuasi harga sudah tidak terkendali sejak tahun 2013.

Namun hal yang aneh adalah ketika harga ayam di tingkat peternak jatuh beberapa kali, daging ayam di pasar malahan masih saja mahal, malahan cenderung terus naik yakni di atas Rp. 30.000. demikian juga berlaku untuk telur ayam yang mana sekarang dibanderol dengan harga Rp. 22.000-an per kg nya.

Sugeng memberikan pendapatnya sola ini, “Harga Pokok Produksi (HPP) sekarang ini Rp. 17.500 per kg nya namun di peternak sekarang Cuma Rp. 14.500. lalu ayam boiler juga sama, HPP nya sekarang Rp. 17.000 per kg nya tapi di kandang hanya dihargai Rp. 15.000 sampai Rp. 15.500 per kg nya.”

Dengan adanya kenaikan dan tingginya harga telur dan ayam di pasar tradisional, rupanya hal itu tidak dinkmati juga oleh para peternak. “Ini sih karena supply demand tidak bisa dikendalikan. Jadi di mana letak salahnya maka harganya ini termasuk ironis. Wajar lah kalau kita demo. Kemarin harga ayam hidup sampai Rp. 14.000 per kg nya dan naik lagi jadi Rp. 17.000 per kg. tapi kemarin sama hari ini berbeda lagi harganya. Ini sih tidak mungkin mekanisme pasar, kita para peternak terombang-ambing,” tukas Sugeng.

Ia juga menambahkan kalau penyidik sekarang ini tengah meminta masukan juga dari satuan-satuan kerja internal, khususnya divisi hubungan internasional Polri. Dan menghadapi kemungkinan Rizieq akan mendapatkan red notice, Sugito menanggapi, “Silakan kalau berani.”

“Pemerintah Arab Saudi nggak gampang diintervensi. Ini kan peristiwa politik dan bukan perkara kejahatan yang mana membahayakan negara. Bukan kejahatan berat. Ini juga perkara yang nggak jelas, jadi belum tentu pemerintah Arab Saudi mengabulkan. Saya tidak mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi melindungi, namun kami berpendapat Arab Saudi sangat concern terhadapt umat Islam secara keseluruhan,” ucap Sugito.

Alasan Rizieq Tak Langsung Pulang ke Indonesia

Sejak berangkat pada tanggal 26 April 2017 lalu, Rizieq belum juga pulang ke Indonesia. Dan sugito mengungkapkan alasannya karena menganggap kasus ini sebagai rekayasa dan juga fitnah. Ia ingin memantau perkembangannya di luar negeri. Sugito juga menambahkan bahwa Rizieq berharap kepulangannya bakal disambut seperti tokoh Revolusi Iran, Ayatollah Khomeini saat kembali dari pengasingan di Taheran pada tahun 1979 silam.

“Bahwa kepulangan beliau itu ia berharap seperti penyambutan Ayatollah Khomeini saat pulang dari Perancis ke Teheran saat revolusi Iran. Jadi kalau pun misalnya sambutan antusias dari umat tentu pemerintah akan berpikir ‘oh benar ya yang dilakukan selama ini adalah rekayasa, adalah fitnah belaka,” ungkap Sugito.

Read More