Paduan Suara Dialita Suara Yang Dibungkam

Menyanyi dengan nyaring: Dialita, paduan suara yang terdiri dari korban yang selamat dari tragedi 1965, berlatih menjelang konser mereka di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.Konser ini diadakan bersamaan dengan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia dan Hari Perempuan Indonesia. Kali ini, mereka akan menyajikan sesuatu yang sangat spesial dan penuh makna yang dalam.

Lebih dari Sebuah Lagu dan Nyanyian

Pada saat kegilaan memuncak, terkadang suara orang-orang terkasih dapat membuat kita melewati masa-masa terburuk sekalipun. Di dalam penjara, narapidana sering menyanyikan lagu mereka sendiri di sel yang tidak nyaman sebagai cara untuk mengekspresikan diri. Sebagian besar dari lagu-lagu tersebut, hilang seiring waktu karena para tahanan itu sendiri biasanya meninggal dengan nyanyiannya.

Salah satu komunitas paduan suara wanita terkemuka, Dialita telah memutuskan untuk terus menjaga agar lagu-lagu penjara tetap hidup, karena ini adalah ekspresi ketidakberdayaan mereka terhadap apa yang mereka rasakan dari pemerintah yang berhati dingin. Ya, paduan Suara Dialita – yang merupakan singkatan dari “Di Atas Lima Puluh Tahun” – lebih dari 50 tahun – adalah sekelompok wanita lanjut usia, yang terikat untuk menjaga warisan lagu atau musik untuk menghormati orang-orang yang mereka anggap benar tetapi dipenjarakan oleh pemerintah selama tragedi 1965 .

Paduan suara tersebut, bersama beberapa musisi muda, baru-baru ini menggelar Women’s Concert for Humanity: Songs for My Children – sebuah perayaan lagu yang sebagian besar telah terlupakan oleh publik.Lagu-lagu yang mereka nyanyikan ditulis oleh para narapidana dan kolega yang dipenjara, yang banyak di antaranya adalah teman-teman mereka yang terpengaruh oleh peristiwa-peristiwa politik yang terjadi pada tahun 1965.

Namun, karena bahan tulis dan alat ekspresi serupa tidak diperbolehkan dipenjara, narapidana hanya mengandalkan suara mereka sendiri untuk mengekspresikan diri dan juga menjaga harapan agar tetap hidup.Beberapa lagu tersebut bahkan memiliki makna yang sangat optimis, seperti “Birthday Song”, “Salam Harapan” dan “Indonesia Jaya” .Lagu yang lainnya lebih menyentuh, seperti cerita yang bercerita tentang seorang tahanan yang merindukan cinta ibu mereka, dan yang lainnya di sebuah kamp pengasingan perempuan di Bukit Duri, Jakarta Timur.

Dihidupkan Kembali Lewat Paduan Suara

Lagu-lagu ini dihidupkan kembali di konser tersebut melalui suara penyanyi Kartika Jahja, Bonita Adi, Endah Laras, Petrus Briyanto Adi, Junior Soemantri dan Endah Widiastuti, dimana semuanya terasa sangat pas dengan paduan suara.”Malam ini adalah salah satu malam yang paling terasa nerves saat tampil, seiring dengan penampilan saya bersama dengan kelompok Dewa poker yang dalam ketika menyanyi dan salah satu suara terindah yang pernah saya dengar dalam hidup saya,” kata Bonita memuji paduan suara tersebut.

Sementara itu, Endah Widiastuti, mengatakan bahwa dia tidak dapat melewati sesi latihan pada saat menyanyikan lagu “Ibu” (Ibu) tanpa menangis karena ketajaman lagu tersebut, yang mengingatkannya pada cintanya kepada ibunya sendiri, yang tinggal di Yogyakarta.Lagu tersebut ditulis oleh anggota paduan suara Utati Koesalah sebagai ode untuk ibunya.Dalam lagu tersebut, dia merindukan kehangatan ibunya yang tak tertandingi saat dia duduk di sel penjara yang dingin; dia rindu untuk membiarkan ibunya tahu bahwa dia masih hidup.

Di akhir konser, paduan suara berdiri untuk menutup pertunjukan mereka sendiri, dengan salah satu anggotanya – tampak lemah – berjuang untuk menyanyikan bagian solonya.Mereka juga mendapatkan dukungan dan tepuk tangan dari para penonton.Nyanyian mereka memang dinilai sangat dalam dan menyentuh siapa saja yang mendengarkannya.

Read More

SUGBK Akan diinspeksi Oktober 2017 Mendatang

Indonesia yang didapuk sebagai tuan rumah dari Asian Games 2018 nampaknya harus benar-benar mempersiapkan hal ini dengan sangat matang. Hal ini akan ditinjau langsung oleh OCA atau Komite Olimpiade Asia. Rencananya, mereka akan datang ke Indonesia untuk meninjau pada pertengahan bulan Oktober 2017 mendatang.

OCA Datang Bukan Hanya Untuk Meninjau SUBGK

Tak tanggung-tanggung lagi, bahkan presiden OCA yakni Syeikh Ahmed Al-Fahad Al-Ahmed Al-Sabah, akan memimpin langsung di kunjungan kali ini. kemungkinan besar, ia akan memimpin secara langsung peninjauan SUGBK guna mengetahui kondisi yang paling baru dan terupdate menjelang kesiapan mereka dalam menggelar upacara pembukaan serta penutupan dari Asian Games 2018. Namun tak hanya itu lah tujuan Syeikh Ahmed datang ke Indonesia. Agenda utamanya adalah membahas secara lebih lanjut dan lebih rinci perubahan host city contract.

Eris Herryanto, selaku Sekretaris Jendral INASGOC, mengatakan pada hari Rabu (27/9) kemarin, “Rombongan OCA bakal dipimpin langsung oleh Syeikh Ahmed yang mana rencananya bakal hadir pada pertengahan Oktober 2017 ini. kunjungan tersebut dalam rangka menetapkan keputusan yang mana ada kaitannya dengan perubahan host city contract.”

“Kami sangat mengharapkan bahwa kehadiran beliau benar-benar terwujud. Sehingga apa yang kami kerjakan, tugas ini, bisa sesuai dengan harapan. Ke depannya, juga mungkin aka nada perubahan-perubahan dari kontrak yang bakal disepakati bersama. Dan itu juga termasuk soal marketingnya,” imbuhnya.

Asian Games pasalnya hanya tinggal menunggu hitungan bulan saja. Upacara pembukaannya bahkan sudah dekat yakni pada tanggal 18 Agustus 2018 yang akan digelar di SUGBK. Sebanyak kurang lebih 40 cabang olahraga yang akan ada di pertandingan Asian Games 2018. Dan ada 10 di antara cabang olahraga tersebut yang merupakan cabor baru.

Minta Bantuan Tito Karnavian Untuk Mengamankan SUGBK

Ada kaitannya dengan peninjauan dari SUGBK maka harus ada perbaikan gedung. Namun tak hanya itu, bahkan juga perbaikan dari kawasan yang ada di sekitar GBK. Namun pengelola dari Stadion Utama Gelora Bung Karno sendiri tak mampu melakukan hal itu sendiri terkait dengan adanya preman-preman yang mana menguasai lahan parkir dari kawasan tersebut. Oleh karena itulah mereka meminta bantuan langsung pada Tito Karnavian, Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Menurut Bertho Darmo Poedjo A, Direktur Umum Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno, permintaan untuk bantuan keamanan togel online itu diajukan dirinya melalui surat resmi yang mana langsung ditujukan kepada Pak Tito Karnavian. “Kami langsung membuat koordinasi dengan Kapolsek Metro Tanah Abang dan juga bahkan kami sudah pernah mengirim surat kepada Kapolri beberapa waktu lalu,” ungkap Bertho yang ditemui pada hari Rabu, 27 September 2017 kemarin.

Selain sudah melaporkan aksi preman yang ada di SUGBK pada polisi, Bertho menambahkan, dirinya dan juga pihaknya sekarang ini sedang merancang suatu cara untuk memberantas preman engan cara sistematik. Cara tersebut adalah membangun tempat parkir khusus yang mana sudah tak bisa lagi untuk dikuasai oleh preman. “Karena wilayah ini sangat terbuka, dan ini harus segera diselesaikan dengan sistemik yakni dengan membangun suatu tempat parkir bertingkat dan tertutup,” imbuhnya lebih lanjut lagi.

Bertho juga menuturkan bahwa tempat parkir bertingkat tersebut direncanakan akan mulai dibangun pada akhir tahun ini. ia juga menambahkan bahwa posisi sementara dari desainnya sudah oke. Hal ini tentu akan berdampak baik bagi pelaksanaan Asian Games 2018.

Read More

Pesantren di Bogor yang dikaitkan dengan ‘Pelaku Teror’ Ogah dibubarkan

Sebuah pesantren bernama Ibnu Mas’ud di Bogor yang pernah diinapi oleh bocah berusia 13 tahun bernama Hatf Saiful Rasul, tetap ogah untuk dibubarkan. Bocah tersebut dinyatakan tewas di Suriah sebagai salah satu militant kelompok ISIS atau Negara Islam dan juga sejumlah terpidana terorisme. Pasalnya, pesantren tersebut menolak dikait-kaitkan dengan radikalisme.

Pernah diinapi Haft Saiful Rasul Berbulan-Bulan

Bocah 13 tahun tersebut sempat menginap di pesantren tersebut selama berbulan-bulan, tepatnya tiga bulan. Pesantren tersebut pasalnya juga memiliki sebuah hubungan dengan terpidana kasus pelatihan militer yang ada di Aceh pada tahun 2010 di mana pelatihan tersebut juga difasilitasi oleh Dulmatin, salah satu otak dari peristiwa Bom Bali di tahun 2002 silam. Orang tersebut adalah Hari Budiman. Sempat terjadi pembakaran umbul-umbul oleh staf pesantren tersebut.

Oleh sebab itu, pada tanggal 16 Agustus silam, beberapa orang dari sejumlah kelompok sempat berunjuk rasa dan meminta pesantren tersebut membubarkan diri paling lambat tanggal 17 September esok, tepatnya hari Minggu. Alasannya adalah, pesantren tersebut dinilai menghasilkan banyak pelaku teror. Namun Agus Purwoko, ketua yayasan tersebut (Yayasan Al Urwatul Usro), menolak dengan tegas dan juga menyangkal tudingan-tudingan tersebut. “Semua tudingan yang tertuju tidak benar. Mereka menghubungkan kami dengan terori,” ungkapnya saat ditemui di Jakarta, pada hari Kamis, 14 September 2017 kemarin.

Sementara itu, menurut Usman Hamid, DIrektur Amnesty Internasional Indonesia, menilai bahwa tujuan untuk membakar umbul-umbul itu dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untu menutup Ibnu Mas’ud. “Pembakaran tersebut ingin dilihat sebagai suatu sikap pesantren. Itu salah. Kalau ada persoalan akibat 1 orang, ya itu individual,” ungkapnya.

Sebagai Tersangka

Polres Bogor pasalnya sudah menetapkan staf Ibnu Mas’ud yang membakar umbul-umbul merah putih yakni Mohammad Supriyadi atau Abu Yusuf yang dinilai merusak bendera dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 5 tahun. “Pelaku sendiri menganggap umbul-umbu merah putih 17-an itu sebagai representasi negara, lalu dijadikan sebagai sasaran kebenciannya. Oleh karena itu dibakar,” tutur AKBP Andi Dicky pada wartawan di pertengahan Agustus lalu.

Sebelum penangkapannya, viral di media sosial banyak orang yang berdemo di depan pesantren Ibdu Mas’ud untuk menutup pesantren tersebut sebelum penangkapannya dan berteriak, “NKRI Harga mati!” saat itu sejumlah barakuda dan personel juga disiapkan untuk mengantisipasi adanya amukan massa. Dan sejumlah pejabat desa lalu beraudiensi dengan perwakilan dari Ibnu Mas’ud dan juga membuat kesepakatan untuk menutup pesantren pada 17 September 2017.

Agus sendiri mengaku bahwa dirinya tak mengikuti jalannya audiensi tersebut. Ia juga mengaku tak menandatangani satu pun pernyataan terkait dengan desakan tersebut. Agus bersikeras akan tetap mempertahankan pesantren itu yang ia bangun selama kurang lebih 6 tahun lamanya dengan 7 orang koleganya. “Pondok saya ini kecil, kumpulan orang-orang yang terbuang, kenapa harus didemo? Kalaupun ada indikasi teror kan bisa berbicara dengan saya dulu. Persoalan domino qiu qiu yang tak kami lakukan, dituduhkan pada kami untuk menghakimi kami harus segera bubar,” katanya.

Namun Agus membenarkan adanya hubungan pesantrennya dengan Haft Saiful Rasul serta Hari Budiman. Hari malahan adalah salah satu dari 7 koleganya yang memilki pesantren tersebut. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Haft dan Hari sebagai teroris tidak ada hubungannya dengan Ibnu Mas’ud yang artinya tak ada hubungan kelembagaan. Ia bahkan mengaku mendesak Hari guna keluar dari yayasan karena koleganya itu terlibat terorisme.

Read More

Faktor Terjadinya Konflik Kemanusiaan Rohingya Yang Berkepanjangan

Entah darimana asal mula bisa terjadinya konflik kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, namun konflik tersebut kian meluas hingga ke tingkat PBB, tapi tak banyak yang bisa dilakukan oleh berbagai pihak bahkan warga Rohingya terancam punah akibat serangan tak henti-hentinya dilakukan oleh tentara Myanmar. Krisis kemanusiaan Rohingya dikecam oleh berbagai pihak namun pemerintah Myanmar tak menghentikan serangannya kepada warga Rohingya.

 

Faktor timbulnya konflik Rohingya

Banyak yang mengaitkan jika konflik kemanusiaan di Myanmar disebabkan karena etnis, namun hal tersebut tak disetujui oleh berbagai pihak karena banyak pihak yang menyebutkan jika faktor terjadinya konflik diduga terjadi karena beberapa faktor.

 

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan masalah yang saat ini terjadi kepada Rohingya bukan hanya sekedar permasalahan agama, oleh karena itu, JK meminta kepada masyarakat Indonesia agar jangan membenturkan Buddha dan Islam dalam kasus Rohingya. JK menyebutkan, setidaknya ada empat faktor yang mengakibatkan terjadinya konflik kemanusian tersebut. yaitu permasalah sejarah, politik, ekonomi dan agama.

 

JK juga berharap konflik yang terjadi di Myanmar jangan sampai terjadi di Indonesia karena sebenarnya Islam tak ada masalah dengan Buddha, sehingga JK menyarankan agar agama lain dengan masyarakat Buddha membuat pernyataan bahwa tak menyetujui jika konflik kemanusiaan Rohingya  Rakhine yang terjadi di Myanmar bukan karena masalah agama dan JK juga mengajak agar kejadian tersebut tak akan terjadi lagi.

 

BPPLN (Ketua bidang pembinaan dan pembangunna luar negeri) Sukamta mengkhawatirkan jika masalah yang terjadi di Rakhine dapat merembet ke sentiment kebencian antar agama di Indonesia, sehingga dirinya meminta para tokoh agama serta para ulama memberikan penjelasan dengan jelas bahwa agama apapun tak mengajarkan kekerasan pada warga sipil yang tak bersenjata terlebih kepada anak-anak dan perempuan.

 

Yang terjadi di Rohingya  tak bisa dianggap hanya masalah faktor agama, yang salah bukanlah agamanya, semua agama pasti memberikan pengajaran kebaikan, maka tak boleh membenci sebuah agama yang berbeda, justru yang dibenci ialah perilaku brutal tak manusiawi yang dilarang dalam agama. Tutup Sukamta.

 

Dengan begitu banyak faktor yang diduga menyebabkan terjadinya konflik kemanusiaan di Rakhine Rohingya di Myanmar, sehingga masyarakat jangan pernah mengaitkannya dengan masalah agama yang bisa menimbulkan konflik baru antar agama khususnya Buddha dan Islam.

 

Asal mula konflik Rakhine warga Rohingya

Kekerasan terhadap etnis Rohingya meletus di Myanmar yang banyak ditempati oleh warga muslim, kekerasan terhadap Rohingya mulai timbul sejak oktober 2016 saat milisi Rohingya menyerang dengan skala lebih kecil, pengungsi menuduh pihak aparat keamanan di Myanmar berserta militan radikal Budha membakar beberapa desa mereka. Pemerintah Myanmar menyangkal, aparat keamanan sekedar memberi balasan atas serangan yang dilakukan milisi Rohingya kepada lebih 20 pos keamanan posisi.

 

PBB telah menyebutkan jika serangan balasan militer kepada Rohingya merupakan kejahatan kemanusiaan, namun militer menyampaikan mereka akan sebisa mungkin menahan diri tetapi juga memiliki hak membela diri. Secara sejarah, mayoritas Rakhine tak menyukai hadirnya Rohingya yang dipandang pemeluk islam dinegara dewa poker lain sehingga terjadinya kebencian yang meluas terhadap Rohingya. Bahkan banyak Rohingya yang dipaksa keluar.

 

Rakhine merasa ekomininya telah dieksploitasi, budanya terdiskriminasi dan terpinggirkan yang didominasi etnis Burma. Dalam kondisi tersebut, Rohingya dianggap pesaing oleh Rakhine dalam memperebutkan sumber daya, hal inilah yang menyebabkan timbulnya ketegangan hingga terjadinya konflik dua etnis.

Read More

Mahasiswa Indonesia Demo Kasus Rohingya Segera Diselesaikan

Kasus Rohingya, merupakan salah satu kasus antar etnis di Negara Myanmar yang banyak menyedot perhatian publik, baik secara Internasional maupun di Negara Indonesia. Khususnya di Negara Indonesia sendiri banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang kebijakan pemerintah Myanmar dalam menghentikan konflik Rohingya tersebut. pasalnya kasus ini sudah berlangsung sejak akhir agustus lalu dimana pembantaian dan pengusiran paksa etnis rohingya oleh junta militer Myanmar masih terus berlangsung sampai sekarang. Keadaan tersebut tentunya mengakibatkan munculnya banyak pendapat-pendapat negative yang menganggap pemerintah Negara Myanmar tidak becus dalam menanggulangi masalah warga negaranya tersebut.

Memang banyak isu yang mengatakan bahwa secara hukum di Myanmar, etnis Rohingya bukanlah salah satu warga negaranya, namun tentunya tindakan brutal yang dilakukan oleh tentara militer Myanmar tersebut perlu segera dihentikan. Terutama karena sudah banyak menimbulkan banyak korban jiwa dan telah menghancurkan banyak sekali fasilitas umum, rumah serta tempat peribadatan.

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Indonesia

Bukan hanya umat Islam yang ada di Indonesia, bahkan banyak sekali tanggapan-tanggapan serta protes yang dilakukan oleh umat beragama lain seperti nasrani dan agama budda yang memang digelar atas dasar kepedulian umat beragama lain tersebut tentang peri kemanusiaan dan hak asasi yang telah dirampas dengan paksa.

Para mahasiswa menuntut pemerintah Myanmar agar segera menghentikan pembantaian dan pengusiran etnis yang memeluk agama Islam tersebut karena telah menentang aspek kemanusiaan dan merupakan perbuatan yang sangat biadap. Itulah sebabnya banyak mahasiswa bandar togel sgp yang kemudian melakukan demo di berbagai tempat di Indonesia untuk segera menindak lanjuti kasus tersebut.

Aksi demo tersebut dilakukan oleh mahasiswa dan beberapa aktivis ormas khususnya di depan kantor Kedubes Myanmar yang ada di Jalan H Agus Salim, Gondangdia, Jakarta Pusat pada hari Selasa tanggal 5 September 2017. Mereka beramai-ramai dan bersatu untuk menyerukan aksi dalam rangka bela muslim Rohingya yang sampai sekarang belum terseleseikan kasusnya. Aksi tersebut banyak mendapat dukungan public terkait tentang ketegasan pemerintah Myanmar untuk segera menuntaskan masalah etnis beragama Islam tersebut.

Dalam aksi demo tersebut terdapat banyak mahasiswa yang membawa banyak sekali atribut seperti bendera, poster, dan ikat kepala. Bahkan ada seseorang dari mereka yang bertugas sebagai orator dan berteriak-teriak menggunakan pengeras suara sambil menaiki mobil bak. Sebagai wakil dari mahasiswa lain, dia berteriak dan berseru menyerukan pendapat-pendapat mereka dan meyuarakan protes terhadap pemerintahan Myanmar yang dianggap kurang tegas dalam menanggapi masalah etnis Rohingya serta dalam upaya menghentikan penderitaan yang dialami warga etnis tersebut.

Aksi Doa Bersama Mahasiswa Indonesia

Meskipun tidak banyak yang bisa mereka lakukan dalam upaya membantu sodara-sodara kita yang sedang menderita di Myanmar, tapi para mahasiswa yakin bahwa pemerintah Indonesia bisa segera mengambil tindakan seperti melakukan diskusi dengan pihak pemerintah Myanmar agar segera menghentikan genosida etnis Rohingya. Kemudian para mahasisiwa yang umumnya beragama Islam tersebut juga bukan hanya berteriak-teriak mendemo dan unjuk rasa. Tetapi mereka juga menggelar doa serta sholat sunah bersama di depan gedung Kedubes Myanmar tersebut seraya berdoa kepada tuhan agar penderitaan etnis Rohingya selaku sodara seiman mereka segera dihentikan. Karena aksi pengusiran dan pembantaian tersebut sudah banyak membunuh korban jiwa, mulai dari orang tua, orang dewasa, remaja, maupun anak-anak. Bahkan mereka tidak segan-segan memperkosa para kaum wanita etnis Rohingnya sebelum akhirnya membunuh mereka dengan kejam.

Read More